Rahasia Bisnis Ala Abdurrahman Bin Auf
Hai Sob !
Pernah kepikiran menjadi seorang pebisnis sukses ? Kalo pernah kamu harus
baca Artikel ini deh. Aku yakin mindset kamu akan berubah sesudah baca artikel
ini tentang Rahasia Bisnis Ala Abdurrahman bin Auf.
Mungkin
banyak yang sudah tidak asing dengan nama beliau, tapi banyak juga yang belom
pernah mengenal beliau. Nah, Abdurrahman bin Auf ini merupakan sahabat
Rasulullah dan orang terpandang di Kota
Mekah. Bahkan beliau ini sangat kaya sekali namun Abdurrahman bin Auf rela
meninggalkan semua harta kekayaannya ketika berhijrah ke Madinah.
Kenapa sih banyak yang mengidolakan Abdurrahman bin Auf dalam berniaga? karna beliau bisa dikatakan
sahabat yang suskses dalam berdakwah juga beniaga pada masa Rasulullah saw dan
terkenal dengan kedermawanan beliau dalam bersedekah.
Nah, berikut ada
sedikit Fun Fact dari Beliau:
1. Sahabat Rasulullah SAW yang tergolong kaya raya dan
terpandang di Kota Mekkah. Dan sempat dicalonkan menjadi Khalifah.
2. Menolak ketika ditawari Harta kekayaan berupa,
Rumah, Istri, Uang oleh Saad bin Rabi’ ketika pertama kali sampai di Madinah.
3. Memulai berniaga dari NOL dan berhasil menjadi salah satu tokoh terkaya di Madinah dalam kurun waktu 3 bulan.
Bagi sebagian orang menjadi kaya akan financial mungkin bukan menjadi tujuan akhir, namun banyak juga yang menginginkan menjadi pribadi yang kaya akan financial agar bisa berbagi kepada orang lain. Ada Sebuah pepatah yang sudah tak asing mengatakan, “Bahagia tidak melulu mengenai uang & uang bukan segalanya, tpi masalahnya di zaman sekarang segalanya butuh uang.” Kira-kira Relate ga dengan posisi kita di umur 20-an sekarang ? atau yang sedang ada di fase Quarter Life Crisis ? Yang pada intinya menjadi pribadi yang kaya itu bukan untuk menyombongkan harta tapi agar bisa memberi kepada yang membutuhkan.
Lalu, apa aja sih tips atau rahasia bisnis dari sosok TRILIYUNER
Abdurrahman bin Auf ??
1. Dullani ‘ala Suuq (Tunjukan aku jalan ke Pasar)
Jika melihat
Abduraahman bin Auf, beliau lebih mengutamakan Market terlebih dahulu (fokus
pasar). Dan ketika sudah melihat TARGET maka akan ketemu masalah yang dibutuhkan
dan kemudiaan lahirlah sebuah solusi berupa produk untuk memecahkan masalah
itu. Nah, jadi rumus dari tips pertama ini yakni RUMUSNYA: Adanya PRODUK karena
adanya kebutuhan/Solusi dan solusi itu hadir untuk memecahkan sebuah masalah.
Dalam realisasi yang dijalankan Abdurrahman bin Auf, beliau bermodal hanya pakaian yang digunakan ketika memulai bisnis di Madinah. Kemudian dengan skill berniaganya rela menjadi makelar. Dan dalam kurun waktu 1 bulan beliau berhasil mempunyai kios dan berlanjut ke bisnis properti. Alhasila berhasil menjadi orang terkaya waktu itu di Kota Madinah.
2. Maa Bi’tu Dainan (tidak menjual produk dalam kondisi hutang)
Tujuan Abdurrahman bin Auf ini supaya perputaran uangnya jelas dan bisa digunakan untuk kebutuhan lain. Karna menurut beliau utang itu semacam perbudakan. Meskipun hutang diperbolehkan, tapi Abdurrahman bin Auf tidak ingin melihat orang jadi ketergantungan dengan pembelian produk dengan utang. Dan tidak ingin membuat hutang sistemik (Kartu Kredit) yang seolah membudayakan HITANG. Dan akhirnya uang pun menjadi segalanya.
3. Wa Lam Urid An Arbah Katsiron (Berbisnis dengan profit yang kecil)
Abdurrahman bin Auf lebih mengejar pembelian dalam jumlah banyak. Untung sedikit jika pembeliannya banyak, tetap bisa menghasilkan keuntungan besar. Beliau selalu mensyukuri keuntungannya meskipun sedikit. Beliau lebih mengutamakan untung kecil dengan volume penjualan yang tinggi.
4. Wa lam asytarii ma’iiban (Tidak membeli/menjual barang yang cacat).
Pada
tips yang selanjutnya Abdurrahman bin Auf lebih memfokuskan pada Quality produk
agar mudah dijual atau istilahnya PRODUK MARKET FIT. Beliau tidak segan
memberitahu kepada pembelinya ketika ada pembeli yang menanyakan kekurangan
dari barang yang beliau jual bahkan sampai memberitahu harga beli barannya itu.
Ada sebuah cerita menarik yang didapat oleh Abdurrahman bin Auf ini, dalam keterlambatan panen kurma yang ada di Madinah karena perang tabuk yang cukup lama. Abdurrahman bin Auf rela membeli semua kurma sahabat dengan harga wajar padahal kurmanya itu sudah hampir busuk. Dan setelah itu, selang beberapa hari tiba-tiba datang Raja Yaman membeli kurma busuk beliau dengan harga 3x lipat.
5. Wallahu Yubaarik Lima Yasyaq (Semoga Allah Memberkahi Usahaku)
Abdurrhman bin Auf selalu mempunyai mindset selalu
menjadikan syariat sebagai pondasi. Selama bisnis mendekatkan diri kepada
Allah, kerjakan saja. Fokus ke Ibadah, obsesi ke akhirat dan bukan sekedar
mencari keuntungan. Dan kita tahu tentunya kalau dalam bisnis itu untung itu penting, tapi berkah lebih
penting. Bisnis bukan tentang untung dan rugi, tetapi tentang surga dan neraka.
Artinya ada prosedur yang sudah ditentukan dalam berbisnis dan tidak menyimpang
dari aturan yang sudah ditentukan.
Begitu menarik kisah perjuangan bisnis dari seorang
Abdurrahman bin Auf, cara hidup
beliau tidak gila harta dan sedekah adalah kunci keberkahan berbisnisnya. Balik
lgi ke cerita kurma busuk yang di beli beliau dari para sahabat dan di dalam
hati beliau tidak semata-mata ingin membeli kurma sahabatnya, namun ingin
sedekah sebenernya,dan qadarullah dengan niat yang sangat ikhlas untuk
bersedekah Allah lipat gandakan keberkahan kepada Abdurrahman bin Auf ini.
Dan beliau ketika niat meminta miskin malah dikayakan,
niat meminta harta malah Allah kayakan. Lalu kita gimana, minta dikayakan tapi
malah MISKIN. Coba cek lgi dengan diri kita, apakah niat yang salah atau usaha
yg belom maksimal. Namun, berbeda dengan Abdurrahman bin Auf, beliau selalu
berorientasi untuk selalu menyedehkan semua harta yang di dapatnya, Abdurrahman
bin Auf selalu mensedehkan penghasilannya. Ketika mendapat 1 peti emas, lalu
disedehkan dan esoknya menjadi 2 peti emas lalu beliau sedekahkan lagi dan
hartanya bertambah lagi, dan seterusnya.
Dari Abdurrahman
bin Auf yang kayanya super kaya, kita belajar cara hidup. Bagaimana hidup dia
tidak gila terhadap harta, tidak terperdaya dengan harta, tidak gila jabatan,
tidak gila kedudukan. Semoga bisa menjadi inpirasi buat kita semua dan mendapat
pelajaran dari Abdurrahman bin Auf. Dan yang terpenting libatkan Allah dalam
setiap bisnis kita. Orientasikan bisnis yang kita jalani hanya untuk mencari
Ridha Allah swt.
See you sob … sampai jumpa ditulisan aku selanjutnya ya :)
Komentar
Posting Komentar